MENDEKATKAN PEMUSTAKA DENGAN PERPUSTAKAAN MELALUI E-RESOURCES

>, Berita>MENDEKATKAN PEMUSTAKA DENGAN PERPUSTAKAAN MELALUI E-RESOURCES

MENDEKATKAN PEMUSTAKA DENGAN PERPUSTAKAAN MELALUI E-RESOURCES

MENDEKATKAN PEMUSTAKA DENGAN PERPUSTAKAAN MELALUI  E-RESOURCES

POSTED : By Humas Perpustakaan Unram

 

 

UPT. Perpustakaan sebagai lembaga informasi yang lahir, tumbuh dan berkembang bersamaan dengan gerak maju Universitas mataram dan sebagai ikon kemajuan informasi senantiasa semakin mengokohkan eksistensinya untuk terus memberikan warna baru bagi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi . Dalam era kehidupan bermasyarakat senantiasa mengalami pasang surut dalam proses pengembangannya  ini sangat tergantung dari pola kebijakan yang diambil oleh para pengelola perpustakaan itu sendiri. Pada level perpustakaan umum kita bisa menyimak perkembangan yang terus mengalami kemajuan terlebih lagi dengan bergulirnya konsep otonomi daerah sekarang ini yang sedikit memberikan ruang untuk bereksperi dan mengeksplorasi setiap potensi yang dimiliki oleh perpustakaan baik dari aspek internal maupun dari eksternal perpustakaan.  Salah satu optimisme yang perlu kita bangun dan kita pupuk  adalah bahwa pemerintah dewasa ini sudah mulai memberikan dukungan terhadap pengembangan perpustakaan, indikatornya dapat dilihat dari alokasi anggaran tahunan yang cukup signifikan bagi optimalisasi pemberdayaan perpustakaan.

(Praktek penelusuran informasi Mahasiswa S2 Lahan Kering Unram )

Salah satu aspek yang perlu digarap dalam pemberdayaan perpustakaan adalah aspek promosi untuk lebih mengenalkan perpustakaan dengan masyarakat yang merupakan stakeholder dari perpustakaan itu sendiri. Untuk mengenalkan serta memamerkan jasa perpustakaan  perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi  serta mengharapkan  masyarakat umum akan memenuhi perpustakaan. Memang selalu ada  orang yang ingin tahu tapi jumlahnya  hanya sedikit . sebagai ketentuan umum  masyarakat perlu selalu diingatkan  secara terus menerus dan efektif  akan eksistensi jasa perpustakaan  serta apa saja yang dapat dilakukan. Hal ini perlu dilakukan karena pustakawan tidak dapat meramalkan  kapan keperluan mereka akan informasi  segera timbul. Karena itu pustakawan  perlu mengusahakan agar publisitas  dapat diperoleh melalui berbagai  bentuk serta keluaran  sesuai dengan kemampuan keuangan.

Promosi  dan publikasi  perpustakaan merupakan keberlanjutan  kegiatan lebih lanjut setelah semuanya sudah siap, baik perangkat lunak , perangkat keras maupun perangkat manusia  ( brain ware ). Mempromosikan atau mensosialisasikan perpustakaan  mempuyai beberapa sasaran yaitu ;

  1. menginformasikan atau memberitahukan supaya pengguna tahu dan kenal
  2. mengingatkan agar pengguna selalu ingat
  3. menarik perhatian agar pengguna  tertarik kepada perpustakaan

Pembinaan  promosi dan publikasi  perpustakaan  dimaksudkan  agar semua program   dan kegiatan yang dilakukan  untuk masyarakat pengguna / pemakai (Civitas Akademika )   diketahui secara utuh dan jelas oleh masyarakat kampus  . Selanjutnya mendapatkan respon atau tanggapan oleh mereka. Bentuk respon tersebut diharapkan seperti yang diharapkan oleh pengelola perpustakaan. Perpustakaan yang harus  dipromosikan bukan hanya  yang masih baru agar dikenal luas oleh  masyarakat akademis . Tetapi perpustakaan yang sudah lama juga perlu  terus disosialisasikan  tetapi bentuk  publikasi dan promosi  tentu saja berbeda  antara yang baru dengan yang sudah lama.

Seperti yang kita ketahui bahwa perpustakaan bersifat universal  yakni ada dimana – mana  dan memiliki kesamaan – kesamaan tertentu, sejak perpustakaan dikenal dan dikembangkan oleh umat manusia pada masa silam  bersamaan dengan perkembangan budaya, perpustakaan telah mengalami banyak sekali perubahan  perubahan itu antara lain:

  • Jenis koleksi
  • Bentuk dan bahan pustaka
  • Kemasan
  • Sistem pengolahan
  • Pemanfaatan
  • Sampai dengan penyebaran kepada masyarakat

Sedangkan jenis perpustakaan  juga makin bertambah  jika dibandingkan dengan masa – masa lalu. Pertambahan jenis perpustakaan  dipengaruhi oleh beberapa hal seperti :

Lembaga pengelola, Penekanan koleksi, Masyarakat pemakai, Ruang lingkup wilayah kerjanya, Dan tujuan pembentukannya. berangkat dari hal tersebut diatas UPT. perpustakaan Universitas mataram senantiasa bergerak tanpa henti melakukan akselerasi dan inovasi untuk senantiasa  membangun  relasi yang baik antara perpustakaan dengan pemustaka. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah turun ke  fakultas dan program studi untuk memperkenalkan perpustakaan agar lebih dikenal oleh masyarakat kampus.

( promosi kepada pemustaka di fakultas )

Kelebihan E-Resource (Sumber Daya Elektronik)
Alasan untuk benar-benar memulai pembelian sumber daya elektronik umumnya diterima karena kemudahan penggunaan, keterbacaan, keterjangkauan dan aksesibilitas. Berikut ini adalah keuntungan dari e-resources atas media cetak.
 
a) Multi-akses: Produk jaringan dapat menyediakan banyak jalur akses di beberapa pint sepanjang waktu dan melipatgandakan pengguna secara simultan.
b) Kecepatan: Sumber elektronik jauh lebih cepat untuk dijelajahi atau dicari, untuk mengekstrak informasi dari, dan untuk mengintegrasikan informasi tersebut ke materi lain dan untuk 
     referensi di antara berbagai publikasi.
c) Fungsionalitas: E-resource akan memungkinkan pengguna untuk mendekati publikasi untuk menganalisis isinya dengan cara baru dengan mengklik mouse pada mode pencarian.
d) Konten: E-resource dapat berisi sejumlah informasi, namun yang lebih penting, materi dapat terdiri dari media campuran yaitu gambar, video, animasi audio yang tidak dapat diganti dalam
      bentuk cetak.
e) Mobilitas
f) Tabungan ruang fisik
g) Kenyamanan
h) Menyimpan waktu dan uang
 Kelemahan E-Resource  (Sumber Daya Elektronik)

     Sekarang, semakin banyak orang memilih sumber daya elektronik untuk yang masih tradisional, karena bisa menghemat waktu dan uang mereka. Namun, dengan membanjirnya berbagai sumber daya elektronik, semakin banyak orang menyadari kekurangan sumber daya elektronik.
a) Kenyataan bahwa, e-resources membutuhkan perangkat khusus atau komputer pribadi dapat dipandang sebagai kerugian. Banyak sumber daya elektronik biasanya diproduksi agar kompatibel untuk perangkat lunak tertentu yang pada gilirannya mungkin tidak mudah tersedia. Karena e-resources daya bergantung pada perangkat lain, kegagalan perangkat keras atau perangkat lunak tertentu dapat mempengaruhinya. Kecuali perangkat keras, koneksi internet atau daya baterai yang dibutuhkan oleh pembaca e-resources tersedia, maka dokumen elektroniknya tidak ada gunanya. Selain itu, e-sumber daya tergantung pada perangkat keras dan perangkat lunak dan lebih mudah rusak daripada buku cetak.
b) Perangkat baca e-resources pasti lebih mahal daripada buku cetak. Semua perangkat e-resources membutuhkan daya. Ada kekhawatiran bahwa e-resources saat ini mungkin tidak dapat diakses atau kompatibel dengan perangkat lunak atau perangkat e-resources depan.
c) Silau layar dan kelelahan mata merupakan perhatian serius bagi banyak pengguna teknologi e-resources. Kekhawatiran utama membaca dari pembaca e-resources bisa melukai mata. Resolusi layar komputer dan perangkat elektronik jauh lebih kecil daripada kualitas cetak yang dihasilkan oleh mesin cetak.
d) Membaca dari komputer tidak memiliki keakraban dan kenyamanan membaca dari sebuah buku. Sebuah buku kertas bisa dibuka dan dibalik, sementara teks elektronik lebih sulit dinavigasi.
e) E-Resources memiliki masa hidup yang tidak dapat diandalkan. Kertas memiliki masa pakai yang jauh lebih lama daripada kebanyakan bentuk penyimpanan digital. Karena pesatnya perkembangan sistem komputer baru, sulit untuk menilai apakah perangkat lunak atau perangkat keras akan menjadi usang. Saat perangkat keras baru dikembangkan, struktur harus dipasang agar migrasi bahan yang ada ke platform baru sehingga masih dapat diakses. Metode pelestarian dokumen elektronik juga harus dikembangkan. Tingkat kehandalan peralatan yang tinggi harus menjadi bagian dari perangkat elektronik yang menangani penggantian buku cetak.
f) Banyak judul yang tersedia dalam buku cetak tradisional belum tersedia dalam format buku elektronik.
g) Teknologi baru selalu membutuhkan waktu, pengalaman, dan uang untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuannya.   (Effendi :2017 )
By |2019-03-18T06:15:25+00:00March 18th, 2019|Artikel, Berita|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment