UPT. Perpustakaan UNRAM Membangun Jejaring kerjasama Antar Perpustakaan Perguruan Tinggi

>>UPT. Perpustakaan UNRAM Membangun Jejaring kerjasama Antar Perpustakaan Perguruan Tinggi

UPT. Perpustakaan UNRAM Membangun Jejaring kerjasama Antar Perpustakaan Perguruan Tinggi

UPT. Perpustakaan UNRAM Membangun Jejaring kerjasama Antar Perpustakaan Perguruan Tinggi  “

By : Humas Perpust Unram

 

Tidak terasa waktu terus berjalan, Euphoria KPDI IX , Makasar telah terlewati, menyisakan berbagai  catatan, harapan, komitmen dan cita – cita. Satu hal yang dapat kami tangkap bahwa ada sebuah energy besar yang  muncul untuk mewujudkan cita – cita besar dalam konteks keindonesiaan kita, yaitu lahirnya sebuah tatanan baru penyelenggaran perpustakaan berbasis Digital bahkan virtual. Ini suatu hal yang perlu kita dorong maju, kita  jadikan sebagai salah satu pijakan idealis intuk terus berkiprah, berinovasi dan berakselerasi.

Universitas Mataram melalui Kepala UPT. Perpustakaan Universitas Mataram menjadikan momentum  tersebut sebagai peluang untuk membangun link- link kerjasama lintas wilayah, Lintas departemen  dengan dengan substansi yang sama guna memenuhi ekspektasi masyarakat pemustaka khususnya  kalangan Civitas Akademika. Ada beberapa Perguruan Tinggi  yang menjalin kerja sama dengan Universitas Mataram antara lain :

  1. Universitas Hasanuddin
  2. Universitas Islam Negeri ( UIN ) Makassar
  3. Politeknik Negeri Makassar
  4. Universitas Muslim Indonesia ( UMI ) Makassar
  5. STMIK – AKBA Makassar
  6. Univeritas Negeri Makassar ( dalam proses )

( Pemaparan Visi kepala  perpustakaan UNRAM di Makassar  )

Pada langkah berikutnya UPT. Perpustakaan Unram sedang membangun komunikasi intensif dengan :

  1. Perpustakaan Universitas Indonesia
  2. Perpustakaan Institut Pertanian Bogor
  3. Perpustakaan Institut Teknologi Surabaya
  4. Perpustakaan Universitas Airlangga
  5. Perpustakaan Universitas Gajah Mada
  6. Perpustakaan Universitas Negeri Solo
  7. Perpustakaan Universitas Padjadjaran Bandung
  8. Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang
  9. dll

Prinsip kerjasama antar perpustakaan dilakukan karena diasumsikan bahwa tidak ada satu perpustakaan pun yang memilki koleksi lengkap, sehingga diperlukan kerjasama dengan perpustakaan lain. Maka, yang dimaksud dengan kerjasama perpustakaan adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa perpustakaan untuk mencapai tujuan perpustakaan dalam menyediakan dan mendayagunakan koleksinya untuk kepentingan pemakai, pembaca dalam berbagai kepentingan. Suprihati, (2004) berpendapat bahwa kerjasama perpustakaan memiliki dua hal pokok yaitu mewujudkan visi dan misi perpustakaan, dan keduanya sama-sama memperoleh nilai tambah atau manfaat atas terjalinnya kerjasama perpustakaan tersebut. Beliau menguraikan bahwa kerjasama perpustakaan dapat dilakukan antara lain: 1) Kerjasama dalam pengadaan koleksi baik dengan penerbit, toko buku dan perpustakaan lainnya; 2) Kerjasama dalam pengolahan bahan pustaka; 3) Kerjasama layanan perpustakaan melalui sistem layanan silan layan perpustakaan, dengan adanya kesepakatan maka masing-masing perpustakaan mengetahui kebutuhan, kekurangan atau kelebihan, maka untuk saling melengkapi; 4) Kerjasama dalam promosi dan publikasi (Pameran bersama).

( Bersama Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Makassar )

 

Hal lain yang menggejala dalam masyarakat dewasa ini adalah masalah Aksesibilitas perpustakaan digital online dan portal konten digital ilmiah seperti E-Journal dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah dikarenakan konten digital mudah diakses melalui media sosial.Sehingga user lebih memilih mengakses media sosial untuk mendapatkan konten digital ilmiah dan popular.Hal ini berdampak pada menurunnya aksesibilitas perpustakaan digital online dan E-Journal. Banyaknya media sosial khusus untuk para cendikiawan seperti  mendeley, research gate, academia edu dan lainnya menyebabkan keterbatasan akses konten digital dan informasi ilmiah bukan menjadi halangan. Hal ini berdampak positif bagi user khususnya kalangan ilmiah di lingkungan akademisi dan praktisi untuk kebutuhan pemenuhan data dan informasi ilmiah mereka.

Tetapi disamping itu Perpustakaan sebagai penyedia informasi melalui perpustakan digital online dan E-Journal pun harus dapat menjawab tantangan tersebut, perpustakaan melalui pustakawan harus aktif dalam media sosial.Selain itu pustakawan harus dapat menggunakan suatu metode penghitungan dan evaluasi tertentu untukmengoptimalkan aksesibilitas sumberdaya bahan pustaka digital

( UPT. Perpustakaan Universitas Mataram )

Pada akhirnya, Semua angan, harapan dan cita – cita bersama seluruh insan cendekia pustakawan Se- Indonesia akan kita generalisasi, kita pertajam kemampuan berolah rasa dan berolah fikir untuk menghasilkan sebuah  resolusi strategik menuju terwujudnya era baru pengembangan perpustakaan yang massive dengan spektrum berfikir global namun tetap berpijak pada akar kearifan lokal. Sehingga setinggi apapun kita terbang, niscaya kita tidak akan pernah kehilangan identitas dan jati diri Keindonesiaan kita yang santun, intelek dan istiqomah ( Think Globally & Act Locally ).

 

By |2019-03-13T06:47:03+00:00March 13th, 2019|Berita|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment